Penggunaan Awal Automation Studio 5.2

Pada postingan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang dasar-dasar penggunaan software Automation Studio 5.2. Automation Studio adalah salah satu software yang digunakan untuk mensimulasikan rangkaian kontrol . Jika sebelumnya anda pernah mengenal software simulasi listrik EKTS, nah software Automation Studio ini hampir mirip dengan EKTS. Perbedaanya terletak pada pilihan device untuk simulasi pada Automation Studio lebih lengkap dibandingkan dengan EKTS. Jika pada EKTS hanya terbatas simulasi untuk rangkaian listrik (motor, kontaktor, relay, switch, dll), maka pada Automation Studio anda dapat membuat dan mensimulasikan rangkaian listrik, rangkaian pneumatik, rangkaian hidrolik, hingga pembuatan ladder diagram sebagai logika kontrolnya. Karena fitur yang lengkap tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Automation Studio adalah software simulasi rangkaian otomasi, bukan terbatas pada simulasi rangkaian listrik saja.

Splash Screen Automation Studio 5.2

Splash Screen Automation Studio 5.2

  • Me-load atau memuat library 

Apabila anda telah berhasil melakukan instalasi Automation Studio, maka jangan kaget ketika pada library explorer tidak terdapat komponen yang kita butuhkan seperti : komponen listrik, pneumatik maupun hidrolik. Itu memang suatu hal yang wajar, oleh karenanya maka disini saya menyediakan file library yang dapat anda gunakan. Anda dapat mendownload file tersebut disini. Setelah anda selesai mendownloadnya, maka ubah nama file tersebut dari Libraries.doc menjadi Libraries.rar. Setelah itu silahkan anda mengekstrak file tersebut pada direktori C:\Program Files\Automation Studio 5.2\Libraries.

Lalu, buka Automation Studio kemudian pada window Library Explorer klik icon Open Library bergambar buku. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah.

Open Library

Open Library

Maka akan muncul window yang menyuruh anda menunjukkan lokasi file library. Lakukan navigasi pada file library yang telah didownload  dan diekstrak sebelumnya.

Pemilihan File Library

Pemilihan File Library

Kemudian akan muncul progress bar yang menunjukkan bahwa file library sedang dimuat. Jika langkah ini berhasil maka pada window Library Explorer akan muncul komponen listrik, pneumatik dan hidrolik.

Library Berhasil Dimuat

Library Berhasil Dimuat

  • Mengubah ukuran drawing page menjadi lebih besar

Menurut saya pribadi, default ukuran gambar pada Automation Studio tergolong sempit yaitu ukuran ANSI A (8,5 in X 11 in). Dengan ukuran bidang gambar seperti itu, maka akan kesulitan jika akan membuat rangkaian yang relatif rumit. Dalam hal ini, anda dapat mengganti ukuran bidang gambar dengan cara, yaitu :

Klik menu Edit –> Document Properties

Setelah itu pada window yang muncul, pilih menu Page Setup dan ganti ukuran bidang gambar dengan ukuran yang lebih besar. Biasanya saya menggunakan ukuran kertas ANSI E (34 in X 44 in). Dengan ukuran yang lebih besar, maka anda akan lebih leluasa dalam membuat rangkaian kontrol.

2015-03-28_211820

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s