[PUISI] Hutangku

Menyisir gelapnya malam, menyanyikanku lagu sendu nan merdu.
Tak bosan menahan, merawat, mendengar tangisan kecilku.

Ibu,
Kau kenalkan aku pada dunia, kau pula yang melindungiku dari kejamnya dunia.
Kau ajari aku tuk bernyanyi, hadapi dunia yang semakin kejam dan sunyi.

Kau berikan aku kehangatan tatkala malam menghantui tangisan kecilku.
Kau yakinkan aku, kau dekap aku, kau pula yang selalu ada disampingku.

Sifatmu menghiasi duniaku yang kecil ini, belaian tanganmu menjelma dan membuatku tak lagi merasa sunyi.
Nafasmu, kedipan matamu, senyuman manis di bibirmu membuatku lupa akan kejamnya dunia.

Kau berikan segalanya, kau relakan semua, demi keinginanku yang takkan habis dimakan waktu.

Kini,
Waktu yang berputar, dunia yang semakin kejam.
Membuatmu semakin tak mampu lagi tuk menyadarkan diri ini akan hitamnya dunia.
Membuat rapuh pangkuanmu yang dulu slalu kurindu saat kecil.
Membuat keriput kulitmu yang kutatapi waktu kecil dulu.
Membuat rapuh tulangmu yang dulu slalu membawaku pergi meyusuri pagi.

Namun,
tak mampu membuatmu menghapus besarnya rasa sayang dan cintamu padaku.

Oh, ibu
Semakin binasanya waktu.
Semakin membuatku merasa berdosa, bersalah, berhutang padamu.
Mampukah diri yang kelabu ini, membalas baikmu,
memberikan yang terbaik bagimu, memberikan pangkuan pada tubuh rapuhmu.
Memberikan helaian kasih dan sayang

Seperti yang kau berikan,
Pada saat kecilku dahulu.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s