NoBar “Harry Potter : The Half Blood Prince”

Pagi ini, sekitar pukul 05.20.38 kusempatkan ‘tuk nongol di-depan laptop(dangan ditemani alunan lagu seorang Prisa Adinda Arini Rianzi :D). Seger sekali rasanya kalo udah sholat subuh dilanjutkan dengan me-ngeblog. I just wanna say “Go BloG(Bukan Goblok lho :D)”.Sebelum menulis blog, harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan matang. Harus bisa memilih keputusan saat menulis blog , ‘ngeblog atau nggak'(rada gak nyambung sih soalnya terinspirasi video lesson guitar Yngwie Widjanarko).Dari kemarin udah ngebet pengen nulis cerita saat nonton Film “Harry Potter The Half Blood Prince“, tapi gak kesampaian. Gak tau kenapa, mungkin penyakit magh(magh-lez) mulai menyerangku lagi. Emang dasar penyakit males sulit diobati. Cukup untuk basa basi-nya. Langsung aja menuju ke pokok permasalahan, yaitu cerita saat nonton bareng Film Harpot. Cerita dimulai pada paragraf kedua atau sesudah paragraf ini. Selamat Menikmati
Saat itu, tanggal 20 Juli 2009 bertepatan dengan Hari Isra’ Mi’raj. Bagi seorang muslim yang gak tau Isra’ Mi’raj, aku hanya bisa berkata “kebacut”. Kalo gak tau apa itu “kebacut”, bisa cari di google atau beli aja kamus Bahasa Osing(:D). Sebenarnya sih aku lebih pengen nonton “Transformers : Revenge of The Fallen”, tapi temen2ku lebih ngebet pengen nonton Harry Potter. Ya, mau gak mau aku harus ikut nonton ntuh Film. Waktu itu, sekitar pukul 11 siang, aku dan temen2ku  bersiap-siap tuk berangkat menuju Empire XXI. Setelah semuanya udah siap, kami langsung menuju selter bus Trans Jogja yang tepat berada di depan kantor Meruvian(walaupun agak ke-utara sih , hehehehe). Setelah masuk ke selter dan tidak lupa untuk membayar tiket seharga Rp.3000, kami langsung duduk dan menunggu datangnya bis 3A. Setelah nunggu sekian lama, akhirnya datang juga. Kami pun langsung masuk ke dalam bus.

Rute Perjalanan

Rute Perjalanan

Gak lama kemudian, kami ber-6 udah nyampe tujuan. Ternyata di sana lumayan rame juga. Dengan cekatan, kami langsung masuk ke Empire XXI. Agar tidak lama mengantri tiket, kami putuskan untuk menunjuk 3 orang dari kami untuk mengantri. Jadi tiap anak membeli 2 buah tiket. Dan diputuskan bahwa ke-3 orang itu adalah Frebu Trilangga, Wahyu Setyo Budi, dan Arima Eka Suhendra. Harga tiket untuk 1 orang pada saat itu ialah Rp. 25.000. Kalo hari2 biasa selain hari Sabtu, Minggu dan hari libur, harga tiketnya berkisar Rp.15.000. Kebetulan waktu itu budget-ku mulai menipis, jadi aku minjem uang milik Canti Firmannu(:D). Setelah mengantri cukup lama, kami kebagian kursi yang paling depan dan paling pojok. Mau gimana lagi, kami pun memutuskan untuk mengambil tempat duduk itu.Setelah selesai membeli tiket, kami langsung menunggu film diputar di Teater 2. Katanya sih filmnya bakal diputar pada jam 13.00. Sambil menunggu, kamipun duduk di bawah(jawa=”klesotan”) dan melihat banyak kaum hawa yang lumayan cantik sih(:D). Wajarlah, soalnya kami ber-6 adalah lelaki semua. Tak lama kemudian, terdengar pemberitahuan bahwa sebentar lagi film akan diputar di Teater 2.  Tanpa pikir panjang, kami langsung masuk dan mencari tempat duduk yang sudah dipesan sebelumnya. Ternyata benar! tempat duduk kami berada pada ujung paling depan dan paling pojol. Emang sih gak nyaman, tapi mau gak  mau harus diduduki daripada klesotan di depan kayak orang lagi nonton layar tancap(:D). Sambil menunggu semua kursi penuh, operator bioskop memutar berbagai macam iklan. Setelah semua kursi penuh, akhirnya film yang ditunggu tunggu diputar juga. Jujur saja, ini pertama kalinya aku nonton film di bioskop jogja. Kalo di Banyuwangi sih pernah, tapi saat masih kecil waktu nonton Film “Power Rangers” (:D).

Saat film diputar, temanku yang bernama Arima Eka Suhendra (yang saat itu duduk paling pinggir) tidak bisa diam. Dia selalu melontarkan komentar-komentar tentang film itu. Persis seperti nenek-ku saat nonton Sinetron “Melati Untuk Marvel” yang tayang di SCTV(:D).Satu hari setelah nonton film Harpot hingga postingan ini ditulis(24 Juli 2009), Arima terserang penyakit “Loro Boyok” atau versi Indonesianya “Sakit Punggung”(:D). Suasana pada saat itu sangat hening, namun ketika adegan “Ron Weasley” saat terkena efek  ramuan cinta dari seorang wanita. Bagaimana tidak saat terkena ramuan itu, “Ron Weasley” melakukan hal-hal yang lumayan konyol yang membuat hampir semua penonton tertawa terbahak-bahak. Apalagi didukung oleh wajah “Ron Weasley” yang terkesan konyol. Setelah puas nonton film tersebut, aku dan temen2 langsung pulang menuju kantor(pengennya sih pulang menuju banyuwangi, hehehehe). Udah dulu ceritanya, soalnya jari-jariku udah mulai capek. Terima Kasih……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s