Originally posted on Eko Khannedy:

Saat ini banyak orang berlomba-lomba menggunakan SEO untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan agar website kita terpajang di ururan teratas Google. Banyak orang yang tidak sadar bahwa sebenarnya, SEO terbaik adalah Isi Konten. Semakin menarik isi konten sebuah website, semakin besar banyak pula pengunjung yang akan setia dengan website yang kita buat.

Apa artinya kalo teknik SEO kita canggih, tapi saat orang melihat website kita, mereka kecewa karena tidak mendapatkan apa yang mereka cari, lantas pergi dari website kita?

Entah kenapa blog ini menjadi website yang sangat populer, khususnya bagi orang – orang yang tertarik di dunia programming. Rata-rata lebih dari 2000 pengunjung per-hari ke blog ini, ini merupakan statistik yang baik, apalagi ini hanya sebuah blog, bukan blog artis lagi :D

Saya tidak pernah mengimplementasikan teknik SEO yang sangat canggih. yang saya lakukan hanyalah update konten sesering mungkin, buat konten semenarik mungkin, dan berharap konten ini berguna untuk Anda…

View original 8 more words

Saya Hampir Tua dan Belum Dewasa

Happy Birthday to me :D !!! Sekarang tanggal 5 Februari 2012. Genap 20 tahun setelah hari lahir saya. Apakah keistimewaan dari hari ulang tahun saya kali? Momen hari ulang tahun ini adalah pergantian dari zona remaja akhir dan memasuki dewasa awal. Setelah tahun-tahun sebelumnya saya sudah menikmati usia belasan, sekarang sudah memasuki zona 20-an.  Dengan memasuki usia tersebut, saya harus memulai untuk menjadi pribadi yang dewasa dan bijak. Selama beberapa tahun kemarin, saya merasa bahwa saya masih belum merasakan adanya hawa kedewasaan.  Masih ada kekurangan saya yang harus saya perbaiki. Semoga saja di usia yang sudah menginjak 20 ini, saya bisa memperbaiki kekurangan itu :D

Maaf, short post :D Sekian

Serba Kenal dan Dikenal Ala Google

Banyak orang yang ketika ditanya mengenai suatu hal akan menjawab “Tanya Google aja“, “Tanya Mbah/Om Google aja“,” Googling aja sobb“. Sehingga, segala sesuatu yang tidak mereka ketahui , pasti akan mereka alihkan ke Google. Banyak orang yang mengira Google adalah sebuah sistem yang cerdas dan serba tahu. Segala pertanyaan mereka akan dijawab oleh Google. Pandangan tersebut sangatlah salah.


Sebenarnya Google bukanlah suatu mesin yang serba tahu, tapi sebuah sistem yang serba kenal dan dikenal. Mengapa saya bilang kalau Google itu serba kenal dan dikenal? Karena dia melakukan indexing terhadap semua direktori halaman web yang ada di internet. Mereka memiliki semua informasi mengenai informasi halaman web di seluruh penjuru dunia.  Sehingga pengguna yang akan mencari informasi tertentu akan diarahkan  ke halaman web yang berisi informasi yang dibutuhkan. Dengan kemampuan seperti ini maka Google sudah menjadi mesin pencari yang paling dikenal oleh pengguna internet di seluruh dunia.
Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari sistem kerja mesin pencari Google ini? Kita bisa mengambil makna pentingnya networking demi meraih kesuksesan. Dengan memiliki kenalan dan mitra yang banyak dan tersebar di berbagai daerah, tentunya akan memudahkan kita dalam melebarkan sayap usaha kita. Ingat bahwa manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak dapat menjalani hidup sendiri dan butuh bantuan orang lain ketika menghadapi suatu masalah. Jika kita sudah berhasil dalam melebarkan sayap usaha kita, pastinya kita akan dikenal oleh berbagai orang di berbagai daerah. Sekian :D

Kapan Indonesia Punya Penyanyi Cilik Lagi ?

Masih ingatkah anda dengan sosok artis cilik yang dahulu sempat meramaikan dunia musik di Indonesia dengan komposisi liriknya yang polos dan penuh dengan pesan moral? Sebut saja seperti Joshua, Trio Kwek-Kwek, Tasya, Sherina, dan masih banyak lagi. Para penyanyi cilik tersebut sempat merasakan masa jayanya pada era 90-an hingga awal 2000-an.

Lirik  polos yang terdapat pada lagunya membuat saya selalu menyanyikannya  saat kecil dulu. Tidak hanya liriknya saja yang terkesan polos,  bahkan tiap-tiap bait lagunya memiliki pesan moral yang mudah dicerna oleh usia anak-anak.  Namun pada era sekarang ini, sepertinya sudah tidak ada lagi penyanyi cilik yang melantunkan lagu yang memberikan pesan moral seperti itu. Keberadaan penyanyi cilik juga semakin pudar dan seakan hilang dengan adanya penyanyi dewasa yang kian hari semakin membludak saja. Dengan demikian, para anak di Indonesia tidak mempunyai asupan lagu-lagu yang cocok dengan usianya . Dengan tidak adanya penyanyi cilik, mereka akhirnya memilih untuk menikmati lagu-lagu yang sebenarnya tidak layak untuk mereka lantunkan.  Beberapa minggu yang lalu ketika saya menikmati perjalanan dengan menggunakan Kereta Api dari Banyuwangi menuju Malang, saya mendengar beberapa anak kecil melantunkan lagu dangdut yang liriknya tidak cocok dengan usianya. Mereka melantunkan lagu yang biasanya dinyanyikan oleh OM. Sagita.  Jika anda berada di Jawa Timur, mungkin anda mengenal kelompok Orkes Melayu Sagita.  Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat gambar di bawah ini.


Bagaimanakah perkembangan anak-anak Indonesia apabila ia mengkonsumsi lagu yang memiliki bait-bait yang sangat tidak cocok dengan usianya? Pastinya akan tergangu. Tentunya hal ini juga menjadi masalah yang harus dihadapi dan diselesaiakan oleh kita bersama. Anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan bisa membangun kejayaan negeri ini.  Dalam hal ini, seharusnya para pelaku  industri musik di Indonesia menyediakan ruang bagi penyanyi cilik. Jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi saja dengan mengorbitkan penyanyi dewasa demi menambah pundi-pundi finansial.  Oh iya, untuk mengobati rasa kangen dengan penyanyi cilik dahulu, dibawah ini  adalah lagu yang dibawakan oleh Tasya. Silahkan menikmati :D

Hai kawan
Jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan s’lalu menyanyikan lagu ini Hingga nanti kau tidur
Bers’limut mimpi

Jangan lupa esok kita punya janji
S’makin cepat kita tidur
S’makin cepat kita bertemu kembali

Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci kaki tangan mu
Jangan lupa doakan mama papa kita
( 2X )

Jangan takut akan gelap
Kar’na gelap melindungi diri kita
Dari kelelahan

Antara Tua dan Dewasa

Beberapa hari yang lalu, saya mengirimkan tweet yang bisa dibilang jarang sekali saya membuat tweet yang sebijak itu. Tidak tahu kenapa, apakah ini pertanda kalau sebentar lagi saya akan meninggalkan usia belasan tahun dan menuju dunia baru dengan usia 20 tahun. Kurang lebih tweet yang saya kirim kala itu seperti ini:

Selain saya kirim ke twitter, kata-kata tersebut juga saya kirim lewat akun facebook saya. Walaupun di twitter tidak ada satupun yang me Retweet kalimatku ini, tapi setelah saya post di Facebook, ternyata lumayan juga yang nge-like. Oke, lanjut ke pokok masalah. Untuk kali ini saya akan menjabarkan dan menguraikan makna dari tweet yang sudah saya kirimkan pada tanggal 2 Februari tersebut. Jika diuraikan, makna tersebut dibagi menjadi 4 buah bagian, yaitu:

  • Menjadi tua itu pasti

Setiap detik waktu yang sudah kita habiskan di dunia ini pastinya akan membuat umur kita semakin bertambah. Dengan bertambahnya umur, pasti akan membuat diri kita semakin tua.  Adakah manusia yang mampu mengendalikan waktu yang terus bergulir ini? Pastinya tidak satupun yang mampu melakukannya.Tak ada orang satupun yang mampu melewati proses menjadi tua ini. Terkecuali orang yang meninggal sebelum ia tua.  Intinya walaupun kita berusaha untuk menjadikan diri kita selalu muda, kita akan selalu kehilangan waktu dan mau tak mau pasti akan menjadi tua.  So, menjadi tua itu pasti.

  • Menjadi dewasa itu pilihan dan sulit untuk menggapainya

Dewasa? Dewasa yang saya maksud disini bukanlah dewasa secara fisik, melainkan dewasa dari cara berpikir dan secara psikologisnya. Anda bisa mencari makna dewasa secara psikologis lewat bantuan Google. Tidak semua orang bisa menjadi dewasa secara otomatis. Ia harus mengubah cara berpikirnya sendiri menjadi lebih baik. Tanpa perubahan ke arah yang lebih baik itu, setiap orang tak akan mampu untuk menjadi dewasa.  Mengapa saya bilang kalau sulit untuk menggapai kedewasaan? Karena saya sendiri sudah mencoba untuk menjadi manusia yang lebih dewasa dan sangat sulit buat menggapai itu semua. Jadi intinya menjadi dewasa berawal dari  diri sendiri.  Jika ingin menjadi dewasa, tentukan dari sekarang. Karena menjadi dewasa itu pilihan.

  • Tua belum tentu dewasa

Pernahkah anda melihat perkelahian/percekcokan yang dilakukan oleh wakil rakyat kita saat mereka mengadakan rapat di Gedung DPR? Jika pernah, apakah menurut anda mereka masih belum tergolong dalam kategori tua? Secara umur, mereka pasti lebih tua dari saya. Tapi kelakuan mereka tak lebihnya seperti anak kecil yang berebut sesuatu. Tidak bisakah mereka merundingkannya dan berfikir secara dewasa? Selain contoh wakil rakyat tersebut, banyak di sekitar kita orang yang sudah tua tapi belum bisa berfikir secara dewasa(termasuk saya :D). Jadi intinya, umur yang tua tidak bisa menjamin pola pikir kita menjadi dewasa.

  • Menjadi dewasa tak perlu tua

Apakah untuk menjadi manusia dengan pola pikir dewasa harus menunggu menjadi tua? Menurut pendapat saya, jika ingin menjadi pribadi dengan pola pikir dewasa, kita bisa melakukannya dari sekarang. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, kalau menjadi dewasa itu piihan. Jika anda tidak memilihnya, maka selamanya anda tidak akan menjadi dewasa. Jadi, menjadi dewasa tidak perlu tua.

Mungkin itu hanya pendapat saya mengenai keterkaitan antara dewasa dan tua. Jika anda mempunyai uneg-uneg mengenai post saya ini, silahkan cantuman pada komentar di bawah. Insya Allah secepatnya akan saya tanggapi. Sekian :D

Tidak Ada Yang Salah Dengan Pilihanmu

Mungkin sebagian besar siswa yang akan lulus dari jenjang SMA/sederajat  hanya mempunyai dua buah pilihan yang akan mereka ambil. Pilihan tersebut yaitu, lanjut atau tidak. Bagi siswa yang tidak mempunyai biaya untuk masuk Perguruan Tinggi atau ingin langsung terjun di dunia kerja lebih memilih untuk tidak melanjutkan studi lanjutan. Namun  bagi siswa yang mempunyai cukup biaya dan masih belum siap untuk bekerja pasti lebih memilih untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.


Bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi pastinya akan melewati masa-masa bingung dalam memilih Perguruan Tinggi dan Jurusan mana yang akan mereka ambil.  Biasanya mereka akan memilih 2 atau lebih dari Perguruan Tinggi yang ada. Pilihan pertama pastinya adalah tempat yang sangat mereka idam-idamkan. Namun untuk pilihan yang kedua biasanya adalah pilihan yang kurang mereka minati. Mengapa mereka memilih pilihan yang mereka tahu bahwa pilihan  itu kurang mereka minati ? Banyak alasan yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Salah satu alasannya ialah mereka asal memilih dan mereka hanya fokus pada pilihan pertama.
Tidak ada masalah ketika mereka mampu menggapai pilihan pertama. Namun jika mereka tidak mampu menggapai pilihan pertama dan malah tersangkut di pilihan kedua,  hal ini yang biasanya jadi masalah bagi siswa tersebut. Dengan latar belakang yang masih belum siap untuk kerja, mereka umumnya secara terpaksa akan memilih pilihan  kedua walaupun ia tahu bahwa ia kurang terlalu cocok dengan pilihan itu. Dengan rasa terpaksa, umumnya mereka akan kurang sepenuh hati dalam menjalani kuliahnya. Bahkan banyak mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan pilihannya dan mengambil jalan untuk mengikuti tes masuk pada pilihannya yang dulu ia idam-idamkan.  Saya sendiri sudah mengalami hal tersebut. Saya dulu sempat mengikuti LAGI  tes masuk perguruan tinggi yang dulu saya idam-idamkan , padahal saat itu saya sudah menginjak semester 2 di salah satu perguruan tinggi. Namun saya gagal dalam meraih itu.

Menurut saya, jika anda sudah terjun pada sesuatu yang sudah anda pilih, lanjutkanlah pilihan itu. Jika anda hanya berfokus pada hal yang sudah berlalu, itu hanya akan menghabiskan waktu.  Lakukan yang terbaik dan fokus pada pilihan yang sudah anda tetapkan.  Jika anda tidak ingin menyesal di belakang, tentukanlah pilihan yang benar-benar anda inginkan. Karena menyesal di akhir sangat tidak berguna.

Hati Ibarat Helm

            Kali ini saya menggunakan helm sebagai analogi dari hati kita. Tentunya hampir semua orang sudah pernah menggunakan, atau minimal tahu dengan bentuk dan fungsi helm. Semua orang tahu bahwa fungsi utama helm ialah sebagai pelindung kepala bagi pengendara sepeda motor.  Kepala  merupakan suatu organ terpenting bagi manusia. Hati kita juga melindungi jiwa dan pikiran kita dari segala ancaman dari luar maupun dalam.  Jiwa dan pikiran kita juga merupakan salah satu bagian terpenting dari manusia.

Dalam hal ini, perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain diumpamakan seperti perjalanan hidup manusia dari waktu ke waktu. Agar bisa selamat sampai tujuan, pengendara sepeda motor harus melengkapi dirinya dengan helm. Begitu juga bagi seseorang yang menjalani lika-liku hidup,  ia harus melengkapi dirinya dengan hati agar dapat menjaga hidupnya ke arah yang lebih baik.

Untuk melakukan perjalanan, memakai helm saja tidak cukup.  Kaca dari helm tersebut harus bersih dan terjaga dari debu, agar kita lebih mudah melihat arah kemana tujuan kita. Dengan penglihatan yang nyaman, tentunya akan menghindarkan kita dari kecelakaan yang mungkin saja terjadi.  Hati kita juga sama seperti helm. Manusia harus menjaga hatinya agar selalu bersih dari sifat-sifat buruk. Sifat buruk ini antara lain : iri , dengki, egois,  mudah marah, dsb. Jika kita bisa menjaga hati kita dari sifat tersebut, tentunya kita akan lebih mudah melihat  arah positif tujuan hidup kita.  Dengan begitu, kita akan lebih mudah menggapai tujuan hidup yang kita inginkan sebelumnnya.

Selain itu, helm juga melindungi kepala kita dari panas maupun dingin ketika kita melakukan perjalanan.  Jika kepala kita terkena panas ataupun dinginnya hujan, tentunya kepala kita akan terasa pusing dan akan berdampak pada tubuh kita.  Begitu juga dengan hati kita. Hati kita juga akan melindungi kita dari pengaruh luar yang mampu merubah pola pikir dan arah hidup kita.

Saya mencoba untuk menganalogikan hati kita dengan helm, karena hampir semua orang sudah pernah memakai helm. Ketika mereka bepergian, seharusnya mereka juga ingat dengan pentingnya hati dalam setiap manusia.  Sekian :D

Bonceng Samping Yang Hampir Punah

Sebenernya tulisan ini cuma menegaskan saja salah satu kutipan dari tumblr kuntawiaji. Di salah satu post kuntiwiaji, dia mengutip sebuah argumen yang kurang lebih seperti ini :

“Yang pelan-pelan punah di zaman sekarang: perempuan yang duduk menyamping kalau dibonceng naik sepeda motor”

Jika anda bertempat tinggal di kota-kota besar, tentu hal ini sudah lumayan lumrah anda temui. Namun jika anda sebelumnya berasal dari daerah dan singgah di kota besar, maka anda akan terkejut karena pasti akan sulit untuk menemui perempuan dengan gaya boncengan seperti ini.

Mohon maaf jika saya mengambil ilustrasi seperti ini.
Di kota-kota besar, sangat sulit sekali untuk menemui perempuan dengan bonceng samping seperti itu. Bahkan, tidak sedikit pengguna rok panjang maupun rok mini yang dibonceng menghadap ke depan. Dengan posisi seperti itu, tentu saja bagian yang seharusnya dilindungi dan disembunyikan malah diumbar secara bebas.  Kondisi ini diperparah karena hampir semua perempuan yang dibonceng dengan menghadap ke depan adalah remaja yang masih menginjak bangku SMP dan SMA. Masih remaja saja belum bisa menjaga auratnya yang seharusnya ia tutup dari muka umum.  Saya sangat merindukan perempuan yang mau dibonceng menghadap ke samping.

Jangan Malu Dengan Psoriasismu

Mengapa saya memutuskan untuk mengambil judul ini? Mungkin karena saya dulu sempat minder dengan keberadaan penyakit ini. Bagi yang belum pernah mendengar atau tahu mengenai psoriasis, berikut ini adalah definisi mengenai psoriasis.

“Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. “

Dalam pengertian di atas, psoriasi sendiri merupakan salah satu kategori penyakit autoimunitas. Autoimun adalah kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri. Sampai saat ini masih belum ada obat yang mampu menyembuhkan psoriasis secara keseluruhan. Obat yang ada saat ini hanya mampu meredakan saja. Jikalau mampu menyembuhkan, psoriasis sendiri akan kambuh lagi dalam kurun waktu yang tidak diketahui.  Oh ya, psoriasis bukan termasuk dalam kategori penyakit menular.

Saya sendiri pertama kali mengalami gangguan ini ketika menginjak kelas 5 SD.  Saat itu, saya hanya menganggap hal tersebut sebagai gangguan kulit biasa. Namun, lama kelamaan psoriasis ini semakin menjalar. Kala itu, saya merasa sangat minder. Rasa minder ini berkelanjutan terus hingga menginjak SMP.  Namun, ketika menginjak bangku SMK, rasa minder tersebut perlahan-lahan semakin terkikis.  Jika dipikir-pikir, buat apa saya minder dengan psoriasis saya. Psoriasis hanyalah suatu penyakit luar. Seseorang tidak akan menilai orang lain hanya dengan melihat sisi luarnya saja. Sesuatu yang buruk di luar, belum tentu buruk di dalam. Sejak saat itu, mindset yang awalnya minder, malu, dan tidak puas dengan apa yang ada dalam diri, saya ubah dengan rasa percaya diri.  Mungkin butuh proses untuk melewati semua itu.

Bagi seorang penderita psoriasis, tidak perlu minder dengan apa yang anda dapatkan. Jadikanlah hal tersebut sebagai acuan bahwa, sesuatu yang buruk di luar tidak bisa dijadikan acuan buat menilai kita. Tetap percaya diri dan optimis adalah salah satu kunci penting untuk melalui itu semua.